Suka nonton “My Strange Addiction” ? My Strange Addiction tells the compelling stories of people who are battling obsessive behaviors on the verge of taking over their lives. They reveal their strange addictions and meet with psychological experts (http://tlc.howstuffworks.com/tv/my-strange-addiction). Kadang dia tayang di TLC atau FOX gitu. I love the show n watch it religiously…back to back.. :p
Di acara ini, banyak kasus kecanduan nggak umum. Ada yang kecanduan tidur ditemani hair dryer yang nyala, ada yang kecanduan nyabutin rambut, ngemut jempol, makan deterjen, makan tissue, makan gelas, gila body building, nyandu beli sepatu…macem-macem.
Semua kasus di mulai dengan ekspos perilaku kecanduan, konsultasi dengan terapis, konsultasi, ngaku punya kecanduan, dan beberapa berujung komitmen perubahan ke arah yang baik.
I believe when we watch something, a movie, a show, anything, we should be able to learn something or take something good from it, and avoid things that we learned from it. Even tho I don’t have any addiction ( thank God ), tapi saya belajar banyak dari nonton acara ini. Bikin saya banyak berfikir, merefleksikan diri dan mengambil hikmahnya. Terutama saat mengingat kegagalan diet-diet saya selama ini dan saat mempertanyakan alasannya.
Ada hikmah dari acara ini yang bisa saya ambil dan implementasikan ke kehidupan saya, terutama berkaitan dengan kegagalan diet saya. Meski saya ga punya kecanduan yang parah, tapi saya punya dong kekurangan yang harus dirubah.. yaitu ngemil.
Dari acara itu saya mengambil hikmah bahwa hal tersulit dalam merubah setiap kebiasaaan buruk adalah MENGAKUINYA. Ya toh? Ini yang menurut saya paling menarik dari acara ini. Menarik banget bisa ngeliat para pecandu ngakuin kecanduannya. Itu tuh penting bangeeet, fundamental dalam suatu perubahan. Banyak masalah dalam banyak perselisihan keluarga, gejala gangguan jiwa, adalah besarnya ego dan kesombongan seseorang..yang menghalangi mereka untuk mengakui kelemahannya. Dan itu tuh susssah… Isn’t denying easier than admitting our weakness? You will not moving anywhere if you dont start admitting your weakness, and believing your own power to change.
As for me, I keep on failing at the same test, cause I just keep on denying my weakness, and do nothing to change. Selama ini, I will seriously get mad and call them rude if anyone say that they don’t see me stop nibbling, or they have seen me eat a few times. I was like ” Mind your own business” or “What a rude person”. Setelah dipikir-pikir…hey…the problem not lies in their rudeness …the problem lies in me. It’s my weakness that drag me to the same failure times and times again. I have to stop denying, and start admitting that I have a weakness.
Yes, it’s hard to admit my weakness of constant cravings n mindless nibbling. Serius, perasaaan suka kaya lapaaar terus, dan kalo pun saya kenyang, saya bisa terus menerus ngemil, dan ngunyah, kadang tanpa sadar. Ya..ngunyah apa pun yang ada di depan mata. Awalnya saya kira karena makanan ada di depan saya dan saya nggak punya pilihan selain ngambil-ngunyah-ngambil-ngunyah, until it dissapear from my view. Tapi ternyata, kalo nggak ada di depan mata pun, saya akan nyari, atau lebih parah…bikin. Daaaan…kembali jatuh ke jurang yang sama. Sampai saya selalu gagal diet. Kalau pun turun, nggak akan bertahan lama, out from my comfort zone of dieting, saya langsung kalap lagi..dan lagi…dan lagi..
Sampai saya kewalahan beli carbohydrate block dan fat block, yang harganya lumayan bikin manyun. Demi menanggulangi efek ngemil yang bertentangan dengan cita-cita diet. Dan hasilnya, diet jadi mahal banget buat saya, sampe saya punya kesimpulan, kalo punya duit saya kurusan, kalo nggak punya duit saya gendutan. And I know it shouldn’t be like that..
My turning point was my graduation day, last week. God.. I look big in this, I look big in that, I look big in almost everything!! Padahal udah diet, udah olahraga… Sekarang, saya lagi nyoba nyadarin diri, dan ngakuin, bahwa kelemahan saya adalah ngemil, dan saya harus mulai pegang kendali. Bukannya membiarkan makanan mengendalikan saya. Sebagai upaya mengendalikan ngemil, saya nyoba nginget-nginget nasehat dokter gizi dan fitness guru saya jaman saya diet pre-wed dulu. Meskipun saat ini goal diet saya bukannya ngurangin 20-30 kg kaya dulu lagi, tapi saya yakin tanpa nginget nasehat-nasehat mereka, saya ga akan mungkin mencapai goal saat ini buat ngurangin 5-10 kg.
Kadang dalam diet, suka ada godaan buat nggak makan sama sekali. Tapi kata dokter gizi saya, makan itu nggak dilarang, yang penting pilih jenis dan waktu makan. Makan berat harus dengan komposisi gizi yang lengkap, tapi kuantitas nya terkendali, waktunya jam 7 pagi, jam 12 siang, dan 7 malam. Jam 9 pagi dan jam 3 sore ngemil buah dan kacang2an, lagi-lagi dengan jumlah yang terkendali. Jadi total dalam 1 hari kita bisa 5-6 kali makan, tapi bukan makan berat semua, melainkan 3 kali makan berat dan 2-3 kali selingan sehat.
Nasehat itu sejalan sama nasehat fitness guru online saya. Katanya makan sehari 5-6 kali, and it should be lean, fat free, high carb, high ini protein. Katanya juga, diet sehat harus didukung olahraga fat burning yang baik, yaitu latihan kardio dengan heart rate fat burning ( bukan lari yang terlalu cepat ) sebelum makan pagi minimal 30 menit. Ditambah latihan angkat beban sore hari yang dilanjutin latihan kardio 20-40 menit, and have a rest day once or twice a week. Selain itu selalu siap whey protein buat dikonsumsi setelah latihan. Ternyata bener loh, ga se kalap dulu lagi…
So far, I haven’t see any monumental result yet… But I believe I will, cause now.. I think I’m on the right track. Semoga saya istikomah, bismillah…
Tags: diet plan, kebiasaan makan, langsing
Recent Comments